Tampilkan postingan dengan label Punya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Punya. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 April 2019

Punya Pacar Posesif Ekstrem? Mungkin Dia Kena 4 Masalah Mental Ini - Okezone







BIASANYA posesif sering dikaitkan dengan seseorang yang terobsesi dengan pasangannya. Orang tersebut biasanya percaya bahwa pasangannya adalah hak milik mereka, sehingga terbiasa untuk mengontrol dan ingin selalu berada di dekat mereka.

Akan tetapi, ternyata penyebab pasangan posesif bisa terjadi akibat masalah kesehatan mental tertentu. Ya, mungkin saja ia punya riwayat gangguan mental tertentu.



Pasti Anda pernah merasakan atau minimal mendengar cerita teman Anda mengenai pasangannya yang posesif. Mulai dari kecemburuan yang berlebihan, ratusan telepon yang tak terjawab karena sedang bekerja, hingga kesulitan untuk bertemu dengan orang lain karena diatur oleh pasangan.

Sebenarnya, penyebab pasangan bisa posesif lebih sering dihubungkan dengan masalah emosi dan mental orang tersebut.


Baca Juga: Kisah Duka Nurul, Meninggal Setelah Melahirkan Gara-Gara Preeklampsia

1. Attachment disorder

Gangguan kelekatan atau attachment disorder adalah sebuah kelainan mental ketika seseorang sangat terikat dengan pasangan atau orang terdekatnya. Hal tersebut sering membuat dirinya sulit berinteraksi dengan orang asing lainnya.

Orang yang mengidap gangguan ini biasanya mengalami trauma di masa kecil. Pengalaman tersebut membuat mereka tidak mempercayai orang dewasa dan terbawa hingga mereka memiliki pasangan, sehingga menjadi penyebab pasangan posesif.

2. Borderline Personality Disorder (BPD)

BPD adalah gangguan yang sangat serius untuk emosi seseorang. Biasanya, mereka yang mengalami penyakit mental ini sering merasakan takut akan ditinggal, emosi tidak stabil, hingga paranoid terhadap diri sendiri.

Pada saat mereka cemas dan depresi ketika rasa memiliki akan pasangannya memudar, hal tersebut mengubah rasa cinta mereka menjadi rasa ingin mengatur kehidupan pasangan. Oleh karena itu, BPD juga sering disebut sebagai penyebab pasangan dapat posesif.

Baca Juga: Meme-Meme Master Chef Indonesia yang Bikin Ngakak, Chef Juna Jadi Bulan-Bulanan

3. Cemburu buta

Orang yang posesif biasanya sangat mencurigai orang-orang yang ada di sekitar pasangannya. Kecurigaan tersebut berubah menjadi kecemburuan yang berlebihan. Sering kali rasa tersebut membuat mereka menghakimi pasangannya karena telah berselingkuh.

Walaupun pasangan mereka jelas-jelas tidak melakukan hal tersebut, kecemburuan tidak pernah hilang dari sifat posesif mereka. Sebuah riset mengungkapkan bahwa alkohol juga menjadi faktor pendukung gangguan ini.

4. OCD


OCD atau obsessive compulsive disorder adalah gangguan mental ketika seseorang memiliki rasa cemas berlebihan dan terobsesi pada sesuatu, sehingga melakukan tindakan tertentu secara berulang-ulang.



Misalnya, kekhawatiran terhadap kebersihan tubuh, sehingga cenderung membersihkan diri berkali-kali. OCD ternyata juga bisa berdampak pada sebuah hubungan. Orang dengan gangguan ini biasanya membutuhkan kepastian secara terus menerus kepada pasangannya, sehingga menjadi penyebab mengapa dirinya menjadi posesif.



Ternyata, setelah kita mengetahui apa saja yang dapat menjadi penyebab pasangan bisa posesif, tentunya kita harus tahu apa yang semestinya dilakukan.



Apabila Anda merasa khawatir dengan pasangan Anda, cobalah untuk mengajaknya bicara dan ajak dia untuk ikut berkonsultasi dengan dokter spesialis. Selain baik untuk Anda, tentunya mengatasi rasa posesif tersebut muncul juga bisa menstabilkan emosi pasangan Anda.

















Read More

Sulit Punya Anak, Mungkin Anda Memiliki Varikokel - Okezone







Banyak pria sering tidak menyadari bahwa mereka memiliki varikokel sampai harus menjalani analisis sperma untuk melihat subur atau tidak. Penemuan “tidak sengaja” inilah yang kemudian bisa menjadi salah satu jawaban mengapa pasangan suami istri belum juga dikaruniai buah hati.

Infertilitas, atau ketidaksuburan, didiagnosis ketika pasangan tak kunjung mendapat tanda kehamilan setelah melakukan hubungan seks tanpa kondom, setidaknya selama 12 bulan. Varikokel (varises pada skrotum) terjadi pada 15% dari semua pria, dan 40% di antaranya membawa akibat pria tidak subur.


Sebelum mengetahui hubungan varikokel dan ketidaksuburan pada laki, mari kenali dulu apa itu varikokel.

Baca juga :


Apa itu varikokel?

Varikokel adalah varises (pembesaran vena) yang terjadi pada skrotum. Kondisi ini terjadi pada sekitar 10 hingga 15 persen pria. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan yang biasanya menyerupai pembesaran di atas testis, tanpa perubahan warna.

Pleksus pampiniformis adalah sekelompok vena di skrotum. Vena-vena ini membantu mendinginkan darah sebelum mengalir ke arteri testis, yang memasok darah testis. Jika testis terlalu panas, maka sperma yang sehat tidak dapat diproduksi.

Kesehatan sperma memengaruhi kesuburan, jadi penting bagi pembuluh darah untuk mendinginkan darah. Kebanyakan orang dengan varikokel tidak memiliki gejala, tetapi beberapa mungkin mengalami masalah kesuburan. Ketika seseorang memiliki varikokel, mereka mungkin juga mengalami pembengkakan dan kelembutan skrotum.

Apakah varikokel menyebabkan pria tidak subur?

Peran pria dalam kesuburan adalah menyediakan sperma sehat sehingga dapat berenang melalui vagina, ke dalam rahim, dan sampai ke tuba falopii untuk membuahi sel telur.

Ketika sperma berhasil bertemu dengan sel telur terjadilah pembuahan. Sel telur yang sudah dibuahi kemudian akan berkembang menjadi embrio dan kemudian bertumbuh menjadi janin.

Agar dapat melalui semua proses itu, seorang pria membutuhkan air mani, atau ejakulasi, yang mengandung cukup sperma baik. Nah, memiliki varikokel akan menghambat sperma melalui proses itu, dan menyebabkan seorang pria menjadi tidak subur (infertilitas).

Varikokel dapat meningkatkan suhu testis, yang memengaruhi perkembangan sperma. Peningkatan suhu ini memiliki dua efek. Pertama, menyebabkan penurunan produksi testosteron, yang merupakan hormon pria yang terlibat dalam produksi sperma.

Penurunan testosteron akan menyebabkan penurunan jumlah sperma yang diproduksi dan juga dapat menyebabkan cacat dalam perkembangan sperma. Akibatnya, kemampuan sperma untuk berenang (motilitas) menjadi terganggu.

Sementara itu, efek kedua, peningkatan suhu juga diperkirakan menyebabkan peningkatan spesies oksigen reaktif yang bisa merusak DNA dan membran sperma, atau lapisan luar. Semua efek ini merusak kesehatan sperma.

Varikokel tidak selalu membuat pria tidak subur

Sebuah studi tahun 2014 mengumpulkan data pada 816 pria dengan masalah infertilitas. Hampir sepertiganya dinyatakan memiliki varikokel.

Artinya, penelitian tersebut menunjukkan bahwa varikokel terkadang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan seorang pria menjadi tidak subur. Namun, bukan berarti pria dengan varikokel selalu memiliki masalah infertilitas.

Orang dengan varikokel memiliki tantangan tersendiri dalam memiliki sang buah hati. Namun, bukan berarti mereka tidak bisa memilikinya.

Sebuah studi di tahun 2012 menemukan beberapa bukti bahwa mengobati varikokel dapat meningkatkan kesuburan, terutama jika penyebab infertilitas pasangan tidak diketahui. Namun, penelitian ini masih perlu pengamatan lebih lanjut.

Tonjolan pembuluh darah pada orang dengan varikokel dapat merusak sperma dan mengurangi jumlah sperma. Namun, pada orang dengan jumlah sperma rata-rata, varikokel bisa saja tidak memengaruhi kesuburan laki-laki.

Itu sebabnya, saat kehamilan yang diharapkan tak kunjung datang, sangat penting untuk melakukan berbagai tes, termasuk tes jumlah sperma. Varikokel bukanlah satu-satunya penyebab seorang pria menjadi tidak subur.

(ren)
















Read More