Kamis, 11 April 2019

Kumpul Gaet Algoritma untuk Tingkatkan Keterampilan Data Science - Tempo.co

TEMPO.CO , Jakarta - Algoritma bekerja sama dengan Kumpul, wadah edukasi dalam bentuk komunitas berdasarkan ruang kerja bersama di Indonesia, untuk memberdayakan lebih banyak talenta muda agar dapat dilengkapi dengan baru di bidang sains data .

Baca: Facebook: Pemasar Tradisional Masih Bingung dengan Data Digital

Kolaborasi ini tidak hanya menyediakan tempat untuk belajar, tetapi juga menyiapkan diri berkarir di dunia ilmu data. Adanya pelatihan keterampilan teknis dan keterampilan lunak diharapkan mampu memberikan kepercayaan diri bagi talenta muda Indonesia.

Selain itu program-program yang akan diluncurkan juga didukung oleh Kumpul Hub di 10 kota di Indonesia sehingga meningkatkan kualitas dan kuantitas programmer.

“Kumpul punya misi untuk menjadi platform (wadah) dan kanal pertumbuhan wirausaha dan startup, dengan program konversi dan mengkurasi program kelas dunia yang dapat mengakselerasi kualitas bakat dan startup di Indonesia. Sementara Algoritma adalah mitra strategis Kumpul untuk meningkatkan kualitas teknis dan keahlian coding para talenta digital, ”ujar Pendiri Kumpul Faye Alund dalam kerjasama kolaborasi di Jakarta, Rabu, 10 April 2019.

Nayoko, CEO Algoritma, mengatakan pihaknya memiliki visi yang sama, yaitu ingin mewadahi talenta-talenta muda yang mau terus belajar dan mengembangkan ilmu data di dunia.

“Saya percaya Kumpul selalu berinovasi dan berusaha agar komunitasnya selalu berkembang dan mutakhir dengan teknologi terbaru. Motivasi ini juga yang membuat kami akhirnya bekerja sama menciptakan ekosistem ilmu data dengan menyediakan fasilitas dan akses informasi melalui pelatihan yang akan kami buat bersama. ”Jelas

Chief Innovation Officer untuk Future Strategic Group Tony Liu mengatakan saat ini banyak tersedia orang-orang yang berbakat di bidang ilmu data, namun mereka tidak cukup cepat mengimbangi perkembangan data besar saat ini. "Oleh karena kita kekurangan orang-orang yang cakap di bidang ini," katanya.

Perkembangan industri tidak lepas dari perkembangan pengembangan teknologi dan data. Menurut Lembaga Riset Telematika pada Januari 2019 yang lalu, penggunaan teknologi dan digital saat ini mendorong jumlah data yang terus meningkat. Diprediksi tahun 2020 data akan mencapai 35 triliun Gigabyte (GB).

Hal ini mempengaruhi pengolahan data pada perusahaan sehingga terjadi peningkatan permintaan ilmuwan data. Namun permintaan dan ketertarikan masyarakat di bidang ini memiliki selisih yang besar.


Read More

Tidak ada komentar:

Posting Komentar